Widget HTML Atas

Shalat I Definisi,Waktu,Syarat,Rukun,Sunnah

Shalat I Definisi,Waktu,Syarat,Rukun,Sunnah

SHALAT 
DOA SEORANG MUKMIN

I. Definisi Sholat 

Menurut arti Bahasa : Doa baik
Menurut isilah syari’at : Bacaan dengan gerakan yang dimulai dengan takbir dan di akhiri dengan salam .
Keterangan : ada shalat berupa bacaan tanpa gerakan yaitu sholat jenazah , shalatnya orang yang seluruh tubuhnya terbelenggu , ada pula shalat berupa gerakan tanpa bacaan yaitu shalatnya orang bisu .

II. Waktu – Waktu Shalat Wajib .

a. Shubuh : Dimulai dari terbitnya fajar shodiq dan berakhir dengan terbitnya matahari .
b. Dhuhur : Dimulai dari bergesernya matahari ke arah barat dan berakhirnya ketika bayangan benda sama dengan ukuran benda aslinya , tidak termasuk bayangan istiwa’ (bayangan benda tegak saat matahari tepat berada di tengah – tengah).
c. Ashar : Dimuai ketika bayangan benda lebih dari bendanya sedikit dan berakhir dengan terbenamnya matahari .
d. Maghrib : Dimulai saat matahari terbenam seluruhnya dan berakhir  dengan lenyapnya awan merah menurut imam syafi’I sekita 25 menit 
e. Isya’ : Dimulai setelah lenyapnya awan merah dan berakhir nya dengan terbitnya fajar shodiq.

III. Syarat – Syarat Shalat ada delapan :

1. Suci dari hadast (kecil dan besar)
Hadast kecil ialah perkara yang mewajibkan wudhu’, Hadast besar ialah perkara yang mewajibkan mandi .
Bagi yang berhalangan memakai air untuk berwudhu’ bertayammum dengan debu , maka shalat untuk menghormati waktu dan wajib mengulang sholat tersebut jika tela menemukan air atau debu.
2. Suci dari najis pada pakaian yang menempel keritka sholat , juga badan dan tempat shalat (daerah shalat yang tersentuh badan dan pakaian).
3. Menutup aurat dengan benda yang menutupi warna kulit sekalipun ketat ,
- Aurat laki – laki yaitu antara lutut sampai pusar 
- Aurat Perempan yaitu seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan .
4. Menghadap Qiblat (Ka’bah)
5. MAsuknya waktu shalat dengan yakin atau ijtihad.
6. Mengetahui kefarduan shalat .
Tidak sah shalat seseorang yang tidak mengerti atau ragu – ragu akan kefarduan shalat .
7. Tidak meyakini salah satu rukun shalat sebagai kesunnahan . Namun apabila meyakini di antara pekerjaan – pekerjaan shalat ada yang fardu dan ada yang Sunnah , maka shalat nya sah .
8. Menghindari perkara yang membatalkan shalat .

IV. Rukun – Rukun Shalat ada 17 :

1. Niat dalam hati , melafalkan niat ketika mengangat tangan saat takbiratul ikhrom.
seperti "usolli fardo ......(sebutkan waktu sholat/jenis sholat) makmuman/imaman lillahita'ala"
2. Takbiratul Ikhrom .
Yaitu takbir yang mengharamkan hal – hal yang sebeumnya halal seperti makan minum bicara dan sebagainya , Lafazd takbiratul ihram adalah Allahu Akbar. Bagi yang tidak bisa melafazdkannya boleh dengan terjemahan nya , namun tetap wajib belajar untuk melafazdkannya .
3. Berdiri bagi yang mampu untuk shalat wajib (Lima waktu , shalat Sunnah yang di nazdari , shalat janazah).

Adapun shalat Sunnah boleh dikerjakan dengan duduk atau berbaring miring sekalipun mampu berdiri . Namun pahala duduk separuh dari pahala berdiri dan pahala berbaring separuh dari pahala duduk . Bagi yang tidak mampu berdiri dalam shalat wajib , maka shalat denga duduk , Jika tidak mampu duduk , maka shalat dengan berabring miring , Jika tidak mampu berabring miring , maka dengan terlentang (menghadapkan telapak kaki kearah kiblat dengan mengangkat sedikit kepala dengan bantal ), untuk rukuk dan sujudnya cukup dengan gerakan mata , Jika tidak mampu menggerakkan mata , maka shalat dengan hati (membayangkan gerakan shalat berdiri , membaca al – fatihah , ruku’,dan seterusnya dalam hati ) , begitu toleransinya agama islam terhada orang yang kesulitan untuk beribadah terurtama shalat , maka sangat terhinalah orang muslim yang meninggalkan shalat dengan sengaja.

4. Membaca Fatihah bagi imam , makmum atau orang shalat sendiri , kecuali makmum masbuq (makmum yang tidak punya waktu untuk membaca fatihah lengkap bersama imam ).
Jika dapat berdiri bersama imam , maka wajib membaca Fatihah sebelum imam ruku’, setelah imam rukuk ‘, makmum masbuq harus ruku’mengikuti imam dan tidak perlu meneruskan bacaan Fatihahnya .

5. Ruku’ yaitu merunduk sekiranya telapak tangan sampai ke lutut tanpa tujuan lain . Dalam ruku’ dilarang inkhinas (merendahkan pantat dan mengangkat kepala serta memajukan dada ), karena dapat membatalkan shalat jika disengaja.
6. Thuma’ninah , adalah diam sejenak diantara dua gerakan minimal seukuran bacaan tasbih (subhanallah)  
7. I’tidal 
Maksutnya kembalinya orang yang ruku’ ke posisi sebelumnya . Dilarang memperpanjang I’tidal setelah dzikir masyru’ (yang ditentukan syari’at ) selama waktu bacaan fatihah , karena membatalkan shalat sebab I’tidal adalah rukun pendek dalam shalat .
8. Thuma’ninah dalam I’tidal .

9. Sujud dua kali .
Maksudnya menempelkan tujuh anggota badan ke tanah . Anggota sujud , yaitu : dahi , dua telapak tangan , dua lutut , dan bagian dalam dari jari – jari kedua kaki .
Syarat – syarat sah sujud : dahi terbuka , meletakkan berat dahi pada tempat sujud , merunduk hanya untuk sujud , Pantat lebih tinggi dari pundak , serta tidak sujud diatas benda yang ikut bergerak karena gerakannya .

10. Thuma’ninah di dalam sujud 
11. Duduk diantara dua sujud .
Adalah rukun pendek dalam shalat . Memanjangkannya hingga menyamai waktu bacaan tasyahhud dapat membatalkan shalat 
12. Thuma’ninah di dalam duduk di antara dua sujud .
13. Tasyahhud Akhir .
Disebut tasyahhud karena di dalamnya terdapat bacaan dua kalimat syahadat . Membaca tasyahhud di syaratkan dengan bahasa arab kecuali jika tidak mampu , boleh menerjemahkannya namun wajib belajar untuk melafadkan dengan Bahasa arab.
14. Duduk untuk Tasyhhud Akhir .
15. Shalawat kepada Nabi SAW 
Paling sedikitnya (Allahumma sholli ‘ala Muhammad)
Paling sempurna adalah membaca sholawat ibrahimiyah yaitu:

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ و بَارِكْ عَلٰى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلٰى سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ وَعَلٰى آلِ سَيِّدِنَا إِبْرَاهِيْمَ فِيْ الْعَالَمِيْنَ إِنَّكَ حَمِيْدُ مَجِيْدٌ

16. Salam 
Paling sedikitnya “Assalaamu’alaikum”
Sempurnanya “Assalamu’alaikum warahmatullah”
17.Tertib atau berurutan 
Artinya mengerjakan shalat sesaui urutan di atas .

V. Sunnah – Sunnah Shalat .

Sunnah – Sunnah shalat ada banyak di antaranya :
1. Adzan dan Iqomah , baik dalam shalat berjamah atau sendiri 
2. Mengangkat tangan saat takbiratul ikhram , ruku’,I’tidal dan bangun dari tasyahhud awal 
3. Meletaka tangan kanan di atas tangan kiri (setelah takbirtul ikhram)
4. Membaca Iftihah 
5. Membaca ta’awudz
6. Membaca “Amiin” setelah fatihah 
7. Mengarahkan pandangan ke tempat sujud .
8. Membaca dzikir ma’tsur (yang di riwayatkan oleh Nabi Saw) seperti bacaan tasbih pada ruku’ sujud dan sebagai nya .

VI. Perkara yang membatalka Shalat .

1. Hadats (kecil dan besar) seklaipun Faqidutthohuroin ( orang yang tidak mendapatkan air atau debu). Bagi orang yang selalu berhadats (beser/istihadhoh) , shalat nya batal jika berhadast selain penyakitnya .
2. Kejatuhan benda najis yang tidak ada toleransi dan tidak langsung di buang dengan tanpa membawa .
Ukuran langsung tidak melebihi batas waktu tuma’ninah.
Perinciannya sebagai berikut :
- Jika najis kering jatuh pada pakaian orang shalat dan langsung melibaskannya , maka shalatnya tetap sah .
- Jika Najis basah menimpa pakaian orang shalat dan langsung melepaskannya tanpa menyentuhnya , maka shalat nya teta sah .
- Jika Najis Basah  menimpa pakaian orang shalat yang sulit dilepas dengan mudah dan singkat maka shalat nya batal.
- Jika Najis kering menimpa pakaian orang shalat tetapi membuangnya dengan menyentuh atau membawa , maka shalatnya batal .
3. Terbukanya aurat jika tidak langsung ditutup .
- Jika Penyebabnya angina maka shalatnya batal jika tidak langsung di tutup selama tidak melebihi batas waktu tuma’ninah.
- Jika penyebabnya bukan angina , seperti orang atau hewan maka shalat nya batal walaupun langsung di tutup.
4. Berbicara dua huruf atau satu huruf yang memahamkan dengan sengaja dan bukan jahil ma’dzur .
Jika berbicara tanpa sengaja (lua atau kelepasan) , maka di maafkan shalatnya tetap sah.
Jahil ma’dzur yaitu orang yang tidak mengerti keharamannya karena baru masuk islam atau hidup jauh dari ulama’.

5. Melakukan perkara yang membatalkan puasa seperti makan minum pada shalat dengan sengaja , namun jika dilakukan tanpa sengaja atau jahil ma’dzur maka shalatnya tetap sah.
6. Tiga gerakan berturut – turut walaupun lupa dengan anggota tubuh yang berat , seperti tangan , kaki dan kepala . lain hal nya bila dilakukan dalam keadaan terpaksa atau sulit di hindari , seperti gemetaran kala kedinginan atau garukan bagi orang yang terkena penyakit gatal, maka tidak batal .
Gerakan Anggota tubuh yang ringan seperti alis , bibir , telinga , jari – jari , lidah , klopak mata dan kemaluan , maka tidak membatalkan shalat sekalipun banyak.
7. Meloncat 
8. Memukul dengan keras 
9. Menambah rukun fi’li dengan sengaja dan bukan jahil ma’dzur 
10. Mendahului imam atau terlambat darinya hingga dua rukun (rukun panjang atau pendek) berturut – turut tanpa udzur . Udzur – udzur nya antara lain : lupa , lambat dalam bacaan fatihah atau tidak mengerti bahwa hal ini membatalkan shalat .
11. niat memutus shalat atau bimbang dalam memutusnya .
12.Menggantungkan putusnya shalat dengan sesuatu . contoh : niat dalam hati , “jika fulan datang , aku batalkan shalatku” maka shalatnya batal seketika tanpa menunggu kedatangan Fulan , sekalipun kenyatan nya si fulan tidak datang . Begitu juga jika menggantungkan putusnya shalat dengan sesuatu yang mustahil menurut kebiasaan , seperti bisa terbang ke langit dan sebagainya atau dengan hal yang tidak diketahui keberadaan nya .

Tidak ada komentar untuk "Shalat I Definisi,Waktu,Syarat,Rukun,Sunnah"

Berlangganan via Email