Widget HTML Atas

Fiqih Zakat : Pengertian , Syarat , dan Perhitungan


Fiqih Zakat : Pengertian , Syarat , dan Perhitungan
ZAKAT 


Pengertian Zakat :
Zakat menurut bahasa (etimologi) berarti : bersih , berkembang , terpuji dan barokah 
Sedangkan dalam istilah fiqih , zakat adalah : harta tertentu dengan sifat – sifat tertentu yang wajib diserahkan kepada golongan tertentu (mustahiqqin)
Dasar Hukum wajib zakat :
1. Al-qur’an surah Al Baqoroh 44
Dan dirikanlah shalat , tunaikan zakat dan ruku’lah beserta orang – orang yang ruku’ [Al Baqoroh3] 
2. 5 Rukun Islam
Islam ditegakkan atas atas lima dasar yaitu : mengakui bahwa tidak ada tuhan selain Allah dan sesungguhnya Muhammad adalah utusan Allah , Mendirikan Sholat , mengeluarkan zakat  , mengerjakan haji dan berpuasa di bulan Ramadhan (H.R Bukhori muslim) 
Zakat diwajibkan sejak Bulan Sya’ban tahun kedua hijriyah 
Zakat ada dua :
a) Zakat Fitrah
Zakat Fitrah adalah zakat badan/jiwa
b) Zakat Mal
Zakat Mal adalah zakat harta benda.
Harta benda yang wajib  dizakati meliputi :
- Hewan 
- Emas
- Perak
- Tanaman (makanan pokok)
- Buah – buahan (kurma dan anggur)
- Harta temuan peninggalan jahiliyah ( Rikaz)
- Hasil Tambang 
Syarat wajib zakat 
1. Muslim 
2. Merdeka
3. Milik Pihak Tertentu 
4. Kepemilikan Penuh
5. Yakin adanya pemilik harta 
6. Mencapai nishab (jumlah tertentu pada harta)
Keterangan : Pemilik harta (yang wajib zakat ) tidak disyaratkan harus baligh dan berakal, sehingga harta anak kecil atau orang gila tetap wajib dizakati oleh walinya .
Jenis Harta Benda yang Wajib Dizakati 

1. Hewan Ternak

Hewan ternak yang wajib dizakati ada tiga yaitu :
a. Unta 
b. Sapi atau kerbau 
c. kambing 
Syarat binatang ternak yang wajib dizakati 
1. Haul ( genap satu tahun)
2. Mencapai Nishab
3. Digembalakan di padang rumput yang mubah (tidak beli)
4. Tidak digunakan sebagai alat bekerja
Keterangan :  - Haul (masa satu tahun) untuk ternaak terhitung sejak jumlah ternak mencapi nishab.
           - Masa Haul anak diikutkan pada masa haul induknya jika lahir dari ternak yang mencapai          nishab
Nishab Ternak 

A. Unta 

Batas Nishab unta /jumlah minimal wajib dizakati adalah 5 ekor 
Berikut perinciaan nya :

Jumlaah Unta
Zakat yang dikeluarkan
Keterangan
5 - 9
1 Kambing
Domba berumur 1 tahun atau lebih . Kambing kacang berumur 2 tahun atau lebih
10 – 14
2 Kambing
15 – 19
3 Kambing
20 – 24
4 Kambing
25 – 35
1 Bintu makhodl
Buntu makhodl : unta betina berumur 1 tahun atau lebih
36 – 45
1 bintu labun
Bintu labun : adalah unta betia umur 2 tahun atau lebih
46 – 60
1 Hiqqoh
Hiqqoh adalah unta betina berumur 3 tahun atau lebih
61 – 75
1 jadz’ah
Jadz’ah adalah unta betina berumur 4 tahun atau lebih
76 – 90
2 bintu labun

91 – 120
2 hiqqoh

121 – 129
3 bintu labun

130
1 hiqqoh dan 2 bintu labun
Karena angka 130 sama dengan 50 ditambah 2 kali kelipatan  40 (*)
(*) Apabila jumlah unta mencapai 130 ekor dan seterusnya maka metode pambagian zakatnya  : setiap kellipaatan 50 ekor berupa 1 hiqqoh dan setiap kelipatan 40 ekor berupa 1 bintu labun .

B. SAPI

Batas nishab sapi / jumlah minimal wajib dizakati adalah 30 ekor. 

Jumlah Sapi
Zakat Berupa
Keterangaan
30 – 39
1 tabi’
 Tabi’ : sapi jantan yang genap berumur 1 thun atau lebih
40 – 59
1 musinnah
Musinnah : sapi betina yang genap berumur 2 tahun atau lebih
60 – 69
2 tabi’
Ketika sapi mencapai 60 ekor atau lebih metode pembagian zakat nya : setiap kelipatan 30 ekor berupa 1 tabi’ dan setiap kelipatan 40 ekor berupa 1 musinnah . Bila sapi berjumlah 120 misalnya , oleh membayar 4 tabi’ atau 3 musinnah .
70 – 79
1 tabi’ dan 1 musinnah
80 – 89
2 musinnah
90 – 99
3 tabi’

 C. KAMBING 

Batas nishab kambing / jumlah minimal wajib dizakati adalah 40 ekor berikut perincian nya :

Jumlah Kambing
Zakat Berupa
Keterangan
40 – 120
1 kambing
1. Domba berumur 1 tahun atau lebih . Kambing  kacang berumur 2 tahun atau lebih
2. Jika telah mencapai 400 atau lebih metode pembagian zakatnya : setiap 100 ekor wajib membayar 1 kambing
121 – 200
2 kaambing
210 – 399
3 kambing
400 – 499
4 kambing
500
5 kambing

Standar ternak yag digunakan membayar zakat :
- Sehat 
- Tidak cacat (lengkap anggota tubuhnya)
- Tidak Kecil 
- Bukan Jenis yang jelek 

2. Emas dan Perak 

Pemilik emas , perak atau uang wajib mengeluarkan zakat apabila telah memenuhi persyaratan berikut :
1 Bukan Perhiasan yang mubah (perhiasan yang diperolehkan oleh syariat)
2 Genap satu tahun (haul)
3 Mencapai Nishab 

Nishab dan Kadar Zakat Emas dan Perak :
Nishab Emas = 20 mistqol atau 77,58 gr
Perinciannya : 
1 mistqol syar’I = 3,879 gr
3,879 x 20 = 77,58 gr
Kadar Zakatnya adalah 2,5% atau 1/40 = 1,9395 gr (yang wajib dikeluar )

Nishab Perak = 200 dirham syar’I atau 543,06 gr
Perinciannya : 
1 dirham syar’I = 2,715 gr
2,715 x 200 = 543,06 gr

Kadar Zakat nya adalah 2,5% atau 1/40 = 13,576 gr (yang wajib di keluarkan)

Catatan : Uang yang wajib dikeluarkan zakatnya adalah apabila nilainya setara dengan salah satu dari nishoob emas dan perak , keran bbiasanya harga perak satu nishob lebih rendah dari pada emas maka batas nnishob uang mengikuti nishob perak , bukan emas.


3. ZAKAT BARANG TAMBANG (MA’DIN)

 Syarat wjib zakat hasil tambang (ma’din) :
1 Berupa emas atau perak 
2 Mencapai Nishob  (sama dengan nishobb emas dan perak ). Kadar zakatnya 2,5%

4. HARTA TEMUAAN ZAMAN JAHILIYAH (RIKAZ)

Syarat Wajib Zakat Rikaz
1. Berupa Emas dan Perak 
2. Barang temuan masa Pra – Islam (sebelum diutusnya nabi Muhammad SAW atau sebelum masunya dakwah islam )
4. Mencapai Nishob 
5. Ditemukan dilahan kosong (tanah tek bertuan ) atau di tanah sendiri dan sebelumnya belum pernah dimilikinorang lain .

Nishab dan Kadar Zakat Rikaz :
- Emas 
Nishab = 20 mistqol syar’I atau 77,58 gr
Perinciannya :
1 Mistqol = 3,879 gr
3,879 x 20 = 77,58 gr
Zakat nya sebesar 20% atau 1/5 = 15,516 gr (yang wajib dikeluarkan)
- Perak
Nishab = 200 dirham atau 543,06 gr
Perinciannya :
1 dirham = 2,715 gr
2,715 x 200 = 543,06 gr
Zakat nya sebesar 20% atau 1/5 = 108,612 gr (yang wajib dikeluarkan)
Penting : Pada zakat Ma’din dan rikaz tidak di syaraatkan haul , artinya zakatnya wajib dikeluarkan (jika sesuai nishob) seketika tanpa menunggu setahun
Fiqih Zakat : Pengertian , Syarat , dan Perhitungan

5. HASIL PERTANIAN DAN BUAH – BUAHAN

Hasil pertanian yang wjib dizakati adalah yang di konsumsi sebaagai makanan pokok dalam kondisi normal seperti beras , gandhum , kedelai ,jagung , kacang , dan lain – lain . bukan yang  dijadikan  makanan pokok terpaksa . sedangkan buah buahan yang wajib dizakati hanya kurma dan anggur.
Semua hasil pertanian wajib di hitung pada setiap kali panen dalam setahun , apabila mencapai nishab dalam setahun , maka wajib dizakati . 
Tanaman dizakati jika disebut sempurna yaitu bila sudah mengeras , berisi dan layak makan , sedangkan buah – buahan bila telah tua atau masak dan layak konsumsi  dan sudah di keringkan 
Perhatian : zakat dikeluarkan setelh hasil panen di bersihkan dari kulit , jerami  , dan lain – lain .

NISHAB DAN KADAR ZAKAT TANAMAN DAN BUAH  - BUAHAN 

Nishab = 5 wasaq atau 825 kg
Perinciannya :
1 wasaq = 60 sho’
1 sho’ = 2,75 kg 
2,75 x 60x 5 = 825 kg

Zakat yang dikeluarkan adalah :
- 10% atau 1/10 jika tanpa biaya pengairan 
- 5% atau 1/20 jika memakai biaya pengairan 
- 7,5% jika setengahnya memakai biaya pengairan .
Penting : 
- Zakat yang wajib dikeluarkan dihitung dari keseluruhan hasil panen selama satu tahun .
- Biaya pupuk walaupun lebih mahal dari biaya pengairan tidak bisa merubah prosentasi yang wajib dikeluarkan dari 10% menjadi 5%.


6.ZAKAT PERDAGANGAN (TIJARAH)


Perdagangan adalah mengelola harta untuk memperoleh laba dengan cara jual beli .
Syarat Wajib zakat perdagangan 
1. Bukan Emas dan Perak 
2. Dimiliki dengan cara jual beli (tukar menukar )
3. Niat berdagang ketika memiliki barang 
4. Tidak Di kurs kan (dicairkan) kembali dengan alat penukar pertama .
5. Haul (genap satu tahun)
6. Tidak dimanfaatkan sendiri 
7. Mencapai Nishob 
Batas nishab zakat perdagangan menggunakan standart nishab modalnya (yang di belikan barang ), perinciannya :
- Jika memakai emas , maka dianggap mencapai nishab jika nilai barang sama atau melebihi nilai emas murni 77,58 gr.
- Jika memakai perak , maka di anggap mencapai nishob jika nilai barang sama atau melebihi nilai emaas murni 543,06 gr.
- Jika Memakai selain emas dan perak – seperti uang misalnya , maka nishab nya disamaka dengan nishob emas atau perak .
Acuan perhitungan nilai barang saat menghitung zakat adalah harga jual barang di pasaran pada akhir tahun , bukan harga beli (kulak).
Zakat yang wajib dikeluarkan sebesar 2,5% dari total nilai barang di akhir tahun .

ZAKAT FITRAH

Zakat fitrah adalah sedekah wajib bagi setiap muslim yang mampu dan hidup di sebagian bulan ramadhan dan sebagai bulan syawal.
Mampu disini adalah mempunyai harta melebihi :
- Kebutuhan dirinya dan orang yang menjadi tanggungannya pada siang hari raya dan malam harinya .
- Hutang nya meskipun belum jatuh tempo 
- Rumah dan Pembantu yang layak untuk dirinya dan istrinya .
(*) orang yag menjadi tanggungan nya yaitu anak yang belum baligh tidak memiliki harta , atau sudah baligh namun tidak mampu bekerja secara fisik seperti lumpuh , orang tua yang tidak mampu dan istri walaupun tertalak roj’I atau bahkan ba’in selama dalam keadaan hamil .
Zakat Fitrah berupa makana poko mayoritas penduduk daerah setempat . Ukuran zakat fitrah adalah 1 sho’ = 2,75 kg.
Bagi orang yang lebih haartanya tapi belum mencapai nishob seperti hanya 2 kg , maka tetap dikeluarkan sebagai zakat fitrahnya.
Waktu – Waktu Mengeluarkan Zakat Fitrah :
1. Waktu wajib , ketika mendapati sebagian dari bulan ramadhan dan sebagian dari bulan Sawwal .
2. Waktu , Jawaz (Boleh), mulai dari awal Ramadhan .
3. Waktu Fadhilah (utama), setelah terbitnya fajar hari raya (1 syawal) dan belum pelaksanaaan shalat ied.
4. Waktu makruh , setelah pelaksanaan shalat ied hingga terbenamnya matahari satu syawwal , kecuali untuk masalah seperti menunggu kerabat atau tetangga yang berhak menerimanya .
5. Waktu haram , mengakhirkan hingga terbenamnya matahari satu syawwal , kecuali karena udzur seperti tidak di dapatkan orang yang berhak menerima di daerah itu .
SYARAT SAH ZAKAT DAN YANG BERHAK MENERIMA 
Syarat sah Zakat :
1. Niat , Contoh :
- Untuk zakat harta benda هذا زكات مالى “Hazda Zakatu Maali” (ini zakat harta ku) ini di ucapkan ketika akan memeberikan zakat 
- untuk zakat fitrah nya sendiri 
ﻧَﻮَﻳْﺖُ أَﻥْ أُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ ﻧَﻔْسيْ ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪِ ﺗَﻌَﺎﻟَﻰ
(aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk diriku wajib karena allah ta'ala)
- Untuk zakat fitrah orang lain dalam tanggungan nya .
  ﻧَﻮَﻳْﺖُ ﺃَﻥْ ﺃُﺧْﺮِﺝَ ﺯَﻛَﺎﺓَ ﺍﻟْﻔِﻄْﺮِ ﻋَﻦْ (..…) ﻓَﺮْﺿًﺎ ﻟﻠﻪﺗَﻌَﺎﻟَﻰ
(aku niat mengeluarkan zakat fitrah untuk (sebut nama yang diwakilkan ) wajib karena allah ta'ala)

2. Diserahkan kepada orang yang berhak menerima zakat .
Yang berhak menerima zakat ada delapan golongan yaitu :
1. Fuqoro’ (orang – orang faqir)
2. Masakin (Orang – orang miskin)
3. Amil Zakat (*)
4. Muallaf 
5. Budak Mukattaab 
6. Gharim (orang yang punya hutang )
7. Sabilillah (oranng yang berperang dijalan Allah )
8. Ibnu sabil (musafir) yang kehbisan bekal .
(*) Penting ;
Amil Zakat berhak menerima zakat jika diangkat secara resmi oleh pemerintah . Dan hanya berlaku pada zakat harta benda. Bukan pada zakat fitrah , karena amil hanya untuk zakat yang bisa berkembang , sedangkan zakat fitrah tidak.  

demikian pengertian Fiqih Zakat : Pengertian , Syarat , dan Perhitungan semoga bermanfaat.

Tidak ada komentar untuk "Fiqih Zakat : Pengertian , Syarat , dan Perhitungan "

Berlangganan via Email