Widget HTML Atas

Kehormatan Wanita Melebihi Segalanya


Kehormatan Wanita
Ada seorang ahli Tafsir kenamaan yang berpendapat bahwa wanita Musliah tidak harus mengenaka hijab atau jilbab. Menurut dia, yang penting seorang MUslimah harusla pakaian yang terhormat. Kita jadi bertanya-tanya, pakaian yang kaya apa sebenarnya yang terhormat itu. Bukankah label terhormat bisa diartikan menurut berbagai sudut pandang yang berbeda. Apakah pakaian wanita yang terbuat dari bahan yang mahal dan dikemas sedemikian rupa sehingga menarik bagi kaum pria termasuk yang terhormat? 
Di dalam surat Al-Ahzab ayat 59 Allah mengingatkan, 
‘’Hai Nabi katakanlah kepada isteri-isterimu anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mukmin: ‘’Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’’ Yang demikian itu supaya merekalebih mudah untuk dikenal, karena mereka itu tidak diganggu. Dan Allah Maha pengampun lagi Maha penyayang.

Kita sangat terharu dan sekaligus kagum mendengar apa yang baru-baru ini terjadi pada pejudo putri Indonesia Miftahul Jannah yang gagal tampil di Asean Games 2018 kelas 52 Kg di Jakarta karena menolak melepas jilbabnya. Atlet putri asal Aceh besar yang menyandang nama yang indah ini  didiskualifikasi karena teguh memegang prinsip dan pedoman hidupnya sebagai seoraang Muslimah dan menolak peraturan panitia untuk melepas jilbab yang dikenakannya. 

Meski berbagai cara digunakan panitia pertandingan untuk membujuknya, dia tetap memutuskan untuk tidak melepas jilbabnya. Dia sempat menangis, namun tegar berkata, ‘’Saya juga bangga bisa melawan diri saya sendiri, melawan ego sendiri. Saya punya prinsip tak mau terpandang terbaik di mata dunia, tapi dimata Allah. ‘’Begitulah seorang Muslimah memegang prinsip hidupnya! Mengenakan jilbab tidak boleh hanya ikut-ikutan teman atau tekanan orang tua. Menutup aurat bagi seorang Muslimah harus terdorong oleh takwa dan berharap  ridho Allah. 

Jilbab seharusnya hanya menjadi bagian hiasan dalam kehidupan sorang Muslimah. Jilbab juga tidak sekedarnya mengikuti arus yang sedang ngetren di masyarakat. Ketika seorang wanita memutuskan menggunakan jilba, keputusan ini harus lahir  dari hati yang suci demi meraih ridha Allah semat. Dengan niat dandorongan hati seperti ini, tak akan terjadi lagi ketika tahun ini seorang wanita memutuskan menggunakan jilbab, dan tahun depan melepasnya kembal.


Miftahul Jannah, kunci surga, gadis Aceh ini sudah menunjukkan jati dirinya bagaimana menjadi seorang Muslimah sejati.menurut panitia pertandingan, Ahmad Bahar, Berbagai usaha telah ditempuhkan panitia untuk meluluhkan keputusan gadis ini, namun semua usaha yang telah dilakukan ternyata tak mampu menggoyangkan ketetapan hati sang Atle. Dia bahkan berkata lebih baik tidak usah bertanding daripada melepas jilbabnya.begitulah yang terjadi melawan Oyun Gantulga dari Mongolia itu akhirnya di menangkan Oyun tanpa perlu bertanding. Sementara itu, walau dengan air mata berlinang, Miftahul Jannah menyungging senyum melupakan kesempatan meraih juara.

Mengambil keputusan seperti yang dilkukan Miftahu tentu tidaklah mudah. Untuk menghdapi pertandingan di Jakarta itu ia berlatih selama 10 bulan dan sempat terluka. Pertandingan dan kemenngan yang dinanti-nantinya itu kandas karena dia lebih memilih mempertahankan jayi-dirinya sebagai seorang Muslimah. ‘’setidaknya saya telah mampu mengendalikan diri saya agar hebat di mata Allah , ‘’ begitu pernyataan yang diungkapnya.

Bagaimana pakar Tafsir bisa berkata bahwa sesungguhnya mengenakan jilbab tidak wajib bagi seorang Muslimah. Perhatikan ayat di atas yang tegas menyatakan bahwa salah satu tujuan berjilbab adalah agar wanita selamat dari gangguan. Para isteri dan para anak-anak putri Nabi, wanita-wanita suci, saja dihindarkan dari gangguan dengan berjilbab. Lalu Muslimah di jaman ini yang jelas jauh lebih rentan terhadap berbagai macam gangguan.

Sudah pantasnya keputusan yang diambil oleh Miftahul Jannah untuk memprtahankan jilbabnya dan mengorbankan kemungkinan menjadi orang hebat menjadi sorotan public dan membuat ribuan orang kagum. Aneka pujian pun berterbangan muncul di media sosial berbagai bentuk aspresiasi dan kekaguman. Namun Miftahul Jannah mendadak menjai trending topik di twiter pada tanggal 8 oktober 2018 malam. 

Ketika seorang wanita Muslimah meyakini bahwa menutup kepala dan rambutnya denagan jilbab adalah wajib, maka sejak itu dia harus menjaga penuhkehormatan iman dan jati-dirinya. Keyakinan ini tak boleh goyah oleh rayuan atau tawaran apapun juga. Ketenaran, harta dan penghargaan, seberapapun besarnyatak boleh mengalahkan iman dan keyakinan yang bersemayam yang ada di lubuk hatinya. Seperti apa yang pernah dikatakan Miftahul Jannah kepada wakih ketua I KONI Almsyah bahwa jilbab adalah peneduh dan pelindung kaum Hawa

Terimakasih sudah membaca artikel ini ‘’Semoga yang membaca artikel ini bisa mengambil pengajaran dan bisa mengamalkannya dengan baik’’  Amin…! 

Tidak ada komentar untuk "Kehormatan Wanita Melebihi Segalanya"

Berlangganan via Email