Widget HTML Atas

Peran Pohon Dalam Daur Ulang Karbon


Pohon dapat menjadi kawan ataupun lawan dalam menghadapi angin , tinggal bagaimana kita mengaturnya agar ia tak terbalik mengundang bahaya .


Diwilayah yang berangin kehadiran pohon menjadi sangat berarti tetapi ini pun masih dapat dilihat dari dua sisi . Pertama , Pohon dapat dimanfaatkan sebagai alat penahan angin yang terlalu kencang . Pun ia dapat di manfaatkan sebagai “ penghasil angin “ yang membuat kita merasa nyaman , peran selanjutnya agak berkebalikan , pohon justru menjadi ancaman , andaikata pohon tersebut tumbang dan memakan korban .

Berikut ini peran positif Pohon Dalam Daur Ulang Karbon


1.Penahan angin , 

mengenai ini Qodarian Pramukanto seorang perancang lanskap yangjuga dosen Arsitektur Lanskap di IPB berpendapat , memang betul kalau di tempat – tempat tertentu khususnya yang berupa dataran luas pohon di fungsikan sebagai pemecah angin (windbreak) , yang harus diperhatikan ialah jenis pohon nya , umumnya yang cocok di gunakan sebagai pemecah angin adalah jenis – jenis pohon cemara (conifer, alias pohon berdaun jarum ). Pohon – pohon cemara biasa ditanam berderet di lahan pertanian agar angin jadi lebih bersahabat .

Pohon yang tumbuh tak kenal musim ini memiliki karakteristik yang sangat sesuai sebagai pemecah angin , daunnya yang sempit bersifat porous terhadap angin , dengan kata lain daun – daun jarum ini tidak menahan angin , tetapi menyaringnya , sehingga kekuatan angin juga berlaku pada bentuk pohon cemara yang tinggi langsing . selain itu batang cemara sangat lentur saat diterpa angin batang nya meliuk liuk tidak akan patah . akar cemara pun terkenal kuat sehingga tidak mudah tercabut .



Selain cemara , bambu banyak digunakan masyarakat Indonesia untuk meredam angin yang terlalu kencang , batang bamboo juga memiliki sifat yang lentur dan daun – daun nya yang halus berpenampang kecil, dengan begitu angin dengan begitu angin dapat tetap lewat di celah – celah batang bambu dan bukannya diblokir sama sekali. Untuk efek pertahanan yang lebih besar , umumnya bambu ditanam secara berlapis – lapis .


2.Penghasil Angin ,

ini bukan berarti pepohonan secara langsung mengeluarkan angin , ia hanya membantu proses terjadinya pergerakan udara alias angin dalam sekala kecil .
Ini trik yang sering di lakukan arsitek lanskap dalam merancang taman . secara teori , udara akan bergerak jika ada perbedaan tekanan baik yang disebabkan oleh suhu maupun kelembapan , ada pohon yang penguapannya rendah ,air dalam dirinya tak banyak di uapkan ke udara jenis ini baik digunakan sebagai pohon peneduh . cirinya yaitu dianataranya daun pohon yang memiliki lapisan lilin , seperti pohon ketapang , nyamplung , atau berbagai tanaman yang tumbuh di pantai .

Di sisi lain ditempatkan kolam atau air mancur yang akan menghasilkan penguapan tinggi . Nah perbedaannya tekanan di antara kedua area ini akan menciptakan pergerakan udara walaupun bukan pergerakan uadara yang besar dan kulit kita yang mampu merasakan nya.

3.Jadi boomerang , 

sebaliknya jika pohon yang ditanam tidak sesuai , justru bahaya yang akan dituai , ketidak sesuaian disini dapat berupa kurang tepatnya pemilihan jenis pohon atau perlakuan terhadap pohon itu sendiri , di zaman yang serba instan ini , dalam menanam pohon pun orang orang ingin yang serba cepat , agar tumbuh cepat pohon diperbanyak dengan cara di cengkok atau stek .

Qodarian menjelaskan , pembiakan secara vegetatif ini akan menghasilkan tumbuhan dengan akar serabut , berbeda dengan pembiakan dengan generatif melalui biji , yangmenghasilkan akar tunjang seperti induknya . akar serabut kurang kuat mencengkram tanah sehingga kurang tepat jika pohon yang berakar serabut di fungsikan sebagai penahan angin.

Menanam tanaman dengan endemic , atau penghuni asli sebuah habitat punya keuntungan sendiri . Tanaman local secara genetic sudah cocok hidup di tempat asalnya , sehingga kemungkinan ia terserang penyakit atau megalami kelainan tumbuh . ia lebih aman ditanam di pekarangan ataupun tepi jalan . tidak perlu sekedar ikut tren seperti beberapa waktu lalu ramai – ramai orang menanam glodogan tiang sebagai  tanaman piinggir jalan . yang lebih penting sesuaikan jenis pohon dengan kegunaannya agar ia berfungsi maksimal.

Mengapa Pohon Gampang Tumbang

Banyak sudah kita mendengar kasus pohon tumbang karena angin kencang yang meminta korban dari rumah dan mobil yang rusak sampai korban jiwa , Dan seringnya yang roboh justru pohon peneduh di kota – kota besar . Ini sebenarnya menunjukan korelasi yang kuat antara tempat tumbuh dan perlakuan manusia terhadap pohon yang mengakibatkan pohon tumbang.


Menurut Qodarian Pramukanto perancang Lanskap dan dosen IPB , pohon – pohon peneduh di tengah kota , umumnya memiliki ruang gerak yang sangat terbebas , selain luas lahan tempat tumbuhnya sangat sempit , lahan di atasnya di beri perkerasan berupa conblock , semen , bahkan aspal . padahal secara teori pertumbuhaan pohon yang ideal adalah yang besar tajuk dan akarnya seimbang. Jika ada pohon peneduh yang tajuk nya mencapai diameter 6 m , setidaknya sebesar itu pula akar yang tumbuh kebawah .

tak jarang pula pohon menjadi korban pelebaran jalan . bila di trotoar yang hendak di lebarkan ada sebagian akar pohon yang menghalangi , tanpa pikir panjang akar tersebut langsung di potong , hal yang serupa akan dilakukan jika ada proyek penggalian pipa , dengan kondisi seperti ini akar tidak berkembang optimal akibatnya karena akarnya tidak kuat menahan terpaan angin pohon pun mudah roboh .

Tidak ada komentar untuk "Peran Pohon Dalam Daur Ulang Karbon"

Berlangganan via Email