Widget HTML Atas

Pengetahuan Dasar Dalam Mendidik Anak

Assalamualaikum sahabat MadSuk .com yang sedang berbahagia dan semoga di beri kesehatan oleh Allah SWT. Kali ini sahabat MadSuk .com membahas tentang Pengetahuan dasar dalam mendidik anak.

Gambar oleh serrano1004 dari Pixabay

Orang tua, terutama ibu, harus punya perhatian lebih dalam mendidik anak. Pelajaran orang tua adalah yang paling diukir dalam hati anak-anak. Oleh karena itu, orang tua harus mengajarkan hal-hal baik di permulaan pertumbbuhan anak. Kaum ibulah yang paling banyak berinteraksi dengan anak. Baik buruknya anak sangat erat kaitannya dengan ajaran yang di ajarkan seorang ibu kepada anak di masa kecil.

Allah SWT memberika sebuah teladan agung di dalam Al-Quran berkaitan dengan mendidik anak ini, yakni nasihat-nasihat bijak Luqman al-Hakim kepada putranya. Nasihat ini dirangkum dalam sebuah syrat yang sangat indah bernama surat Luqman. Ucapan dan perkataan Luqman sarat Hikmah dan penuh kandingan kebijaksanaan Allah SWT mengabadikan cara Luqman mendidik anaknya dalam
Surat Luqman ayat 13-16:
وَإِذْ قَالَ لُقْمَانُ لِابْنِهِ وَهُوَ يَعِظُهُ يَا بُنَيَّ لَا تُشْرِكْ بِاللَّهِ ۖ إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ
وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حَمَلَتْهُ أُمُّهُ وَهْنًا عَلَىٰ وَهْنٍ وَفِصَالُهُ فِي عَامَيْنِ أَنِ اشْكُرْ لِي وَلِوَالِدَيْكَ إِلَيَّ الْمَصِيرُ

يَا بُنَيَّ إِنَّهَا إِنْ تَكُ مِثْقَالَ حَبَّةٍ مِنْ خَرْدَلٍ فَتَكُنْ فِي صَخْرَةٍ أَوْ فِي السَّمَاوَاتِ أَوْ فِي الْأَرْضِ يَأْتِ بِهَا اللَّهُ ۚ إِنَّ اللَّهَ لَطِيفٌ خَبِيرٌ



“ Dan (ingatlah) ketika Luqmn berkata kepada anaknya di waktu ia memberi pelajaran kepadanya: ‘Hai anakku, janganlah kamu memperskutukan Allah,sesugguhnya mempersekutukan (Allah) adalah benar-benar kezaliman yang besar.’ Dan kami perintahkan kepada manusia (berbuat baik) kepada dua orang ibu dan bapakya. Ibunya telah mengandungnya dalam keadaan lemah yag bertambah-tambah, dan menyapihnya dalam dua tahun. Bersyukurlah kepada-Kulah kembalimu. Jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan dengan aku sesuatu yang tidak ada pengetahuanmu tentang itu, maka janganlah kamu  mengikuti keduanya dan pergaulilah keduanya dengan baik. Dan ikutilah jalan orang yang kembali kepada-Ku, kemudian hanya kepada-Kulah kembalimu, maka kuberitakan kepadamu apa yang kamu telah kerjaka. (Luqman berkata): ‘Hai anakku, sesungguhnya jika ada (sesuatu perbuatan) seberat biji sawi dan berada dalam batu  atau di langit atau di dalam bumi, niscaya Allah akan mendatangkan (membalasnya). Sesungguhnya Allah maha halus lagi maha mengetahui.”

Dari ayat di atas, kita melihat setidaknya tiga pokok car Luqman dalam memberikan ajaran dan didikan kepada anakya sehingga mengantarkan si anak menjadi anak yang baik. Pertama, Luqman mengajarkan kepda anaknya untuk mengenal Allah. Ia tanamkan ke dalaam diri anaknya utuk meng-Esakan Allah. Ia ajarkan tauhid dan iman yang kuat kepada anaknya. Ajaran pertama ini menjadikan anaknya sejak dini mengenal siapa penciptanya, siapa yang telah memberikan beragam nikmat kepadanya, dan siapa yang memuliakan dalam kehidupan ini.

Contoh Pengetahuan Dasar dalam Mendidik Anak

Luqman menyadari tidak mungkin seorang anak akan bertumbuh kembang dengan baik tanpa dibekali keimanan dan ketauhidan dalam jiwanya. Ia mengenalkan kepada si anak bahwa tidak ada tuhan yang patut di sembah dengan sebenar- benarnya kecuali Allah. Laa ilaha illa Allah. Kalimat ini meniscayakan kepada setiap yang beriman untuk senatiasa memuliakan dan mengagungkan Allah. Raulullah SAW  pernah bersabda, ”  awalilah bayi-bayimu dengan kalimat Laa ilaha illa Allah.”

Ada tiga tahapan dalam mengenalkan Allah kepada anak- anak kita saat mereka sudah bisa kita ajak menjadi lawan bicara. Ini dii syaratkan dalam intisari surat al- A’laq ayat 1-5: Pertama, mengenalkan anak kepada sifat Allah isebagai maha pencipta (al-Khaliq). Kita ajari anak-anak kita bahwa  segala sesuatu yang ada  dan dimana saja kita menghadapkan wajah kita,semuanya adalah ciptaan Allah. Kita tumbuhkan kesadaran bahwa segala sesuatu yang ia lihat, ia rasakan, ia perhatikan, ia amati, ia kagumi, adalah ciptaan Allah. Kesadaaran inilah yang maenundukkan hatinya haya kepada Allah al-khaliq.

Kedua, kita ajari anak untuk mengenal Allah dengan mengajarkan sikap syukur atas segala kenikmatan yang melekat pada dirinya. Kita rangsang anak-anak kita unutk menyadari bahwa setiap anggota tubuhnya adalah amanat yang diciptakan dan diberikan oleh Allah SWT. Caranya adalah denga menggunakan semua itu untuk mengabdi kepada Allah. Tahap ketiga untuk menganlkan Allah kepada anak  adalah mengenalkan sifat al-kariim (sifat pemurah) Allah. Dengan ini akan tumbuh kecintaaan dan pengharapan Allah semata.

Cara Luqman dalam mendidik anaknya yang kedua adalah untuk berbuat baik kepada kedua orang tua. Bakti kepada orang tua itu berada pada satu garis di bawah keimanan kepada Allah SWT. Arinya, setelah kita beriman keada Allah, maka tugas kita yang berikutnya adalah berbakti kepada ayah ibu kita. Maka kita ajarkan kepada anak-anak kita cara berbuat baik kepada orang tuanya. Kita ajarkan bagaiman cara bergaul dengan orang tua. Kita ajarkan berbuat baik  kepada mereka, baik di saat mereka masih hidup atau telah meninggal dunia.

Tentu berbakti kepada orang tua punya batasan tertentu. Jika sikap  bakti itu dilakukan denan melanggar prinsip Tauhid harus di menangkan dari menuruti keinginnan orang tua. Kita tidak boleh melakukan ketaatan kepada seorang makhluk pun jika sampai melanggar perintah Allah dengan taat kepada orang tua, si anak akan meraih berkah dalam kehidupannya. Ada sebuah ungkapan hikmah yang berbunyi, “ Jadikanlah orang tua raja  maka rezekimu seperti raja.” Jika anak-anak memuliakan orang tuanya, kelak kehidupan mereka akan berlimpah dengan kebaikan. Mengapa? Karena Allah ridha kepada siapa saja yang membut ridha orang tuanya.

Cara ketiga yang diajarkan Luqman kepada anaknya adalah menanamkan sikap tanggung- jawab atas perbuatan yang dilakukan di dunia ini. Setiap perbuatan ada konsekensinya. Ada anak yang sejak kecil hingga dewasa dimanjakan orang tuanya. Akhirnya ia takut mengambil suatu keputusan karena khawatir mengalami kegagalan. Ada anak yang tidak diajarkan kepadanyasikap tanggung- jawab sehingga ia ketika melakukan suatu perbuatan tercela, ia tak mau bertanggung- jawab, lari dari kenyataan, atau merengekrengek kepada orang tuanya. Orang tuanya dibuat suasah atas tindakan anaknya yang merugikan dirinya atau orang lain.

Sangat tepat jika cara Luqman ini ditiru oleh para orang tua. Kita tumuhkan kesadaran pada anak-anak kita bahwa segala perbutatan yang dikerjakannya aka nada pertnggng –jawabannya, baik kepada sesame atau kepada Allah. Amal baik akan di balas kebaikan daan amal buruk akan di balas keburukan. Sebagaimana kita menanam, begitulah kita memanen.
فَمَنْ يَعْمَلْ مِثْقَالَ ذَرَّةٍ خَيْرًا يَرَهُ

Barang siapa mengerjakan kebaikan seberat dzarrah, nisacaya dia akan melihat (balasan)nya  pula.” (QS. Al-Zalzalah:7-8.

Dengan begitu maka anak-anak akan berhti-hati dalam bertindak dan berucap mereka tidak aka muudah jatuh dalam suatu keburukan. Jika melakukan sesuatu kekhilafan, ia akan segera menyadari lalu bertaubat kepada Allah dan memperbaiki keadaan agar menjadi lebih baik.

Sikap tanggug-jawab akan membuat anak-anak cerdas dalam mengontrol dan mengendalikan dirinya sendiri. Sikap bertanggung- jawab akan menjadikannya memiliki pengetahuan mana yang boleh dan yang tidak boleh dilakukannya. Ia akan melakukan apa yang ia ketahui sebagai kebaikan dan kebenaran. Ia akan menunda melakuka suatu perbuatan hingga mengerti apakah perbutan itu baik atau buruk. Tentu semua ini dengan menjadikan Allah dan Rasul menjadi tolak ukuranya.

Tidak ada komentar untuk "Pengetahuan Dasar Dalam Mendidik Anak "

Berlangganan via Email