Widget HTML Atas

Jati Diri Seorang Rosul



Para Nabi adalah manusia suci. Mereka merupakan sosok-sosok terbaik yang pernah melangkah di atas bumi ini. Semua keagungan dan kemuliaan harus kita yakini. Sekali-kali kita tidak boleh merendahkan satu pun di antara mereka. Nabi SAW bersabda:
“ Jangan kalian unggulkan Aku atas (Nabi) Yunus Bin Matta.”
Dalam kesempatan lain Nabi SAW bersabda:
“ Jangan kalian mengunggulkan antara para Nabi.”

Ini berarti bahwa kita tidak boleh membedakan status mereka sebagai Nabi. Apalagi sampai membanding-bandingkan dengan meninggikan satu Nabi dan merendahkan Nabi yang lain. Meykini perbedaan derajat di antara mereka dn keutamaan yang satu di atas yang lain boleh selama tidak di barengi sikap merendahkan salah seorang dari mereka. Allah SWT sendiri menyatakan perbedaan derajat para Rasul dalam firman-Nya:

تِلْكَ الرُّسُلُ فَضَّلْنَا بَعْضَهُمْ عَلَىٰ بَعْضٍ
“ Rasul-rasul itu kami lebihkan sebagin (dari) mereka atas sebagin yang lain.” (QS Al-Baqarah: 253).

Seluruh ulama bersepakat bahwa dari semua Nabi yang ada, Baginda Nabi SAW adalah Nabi yang paling istimewa. Ini ditegaskan pula dengan sabda Nabi SAW sendiri dalam sabda Beliau:
“ Akulah semua pemimpin semua keturunan Adam dari hari kiamat. Aku katakana ini tiak dengan sombong. Dalam genggaman Liwa ( bendera ) al Hamd. Aku katakana ini tidak dengan sombong. Tidaklah ada Nabi di hair itu baik Adam atau slinnya kecuali berada dalam naungan benderaku.” (HR Turmudzi).

KEISTIMEWAAN  NABI SAW

Banyak sekali keistimewaan yang dianugerahkan Allah SWT kepada baginda Nabi SAW, keutamaan yang tidak pernah di berikan kepada seorang pun Nabi sebelumnya. Di antra keistimewaan itu ada lima yang di sebutkan oleh Nabi SAW dalam sabdanya:
“ Aku telah di beri lima hal yang tidak diberkan kepada seorang pun sebelumku. Aku di tolong dengan rasa takut musuh (kepadaku) dari jarak sebulan perjalanan. Dijadikan bagiku bumi sebagai tempat sujud dan alat bersuci. Kapan saja waktu shalat datang kepada umatku, hendaknya ia shalat. Dihalalkan bagiku Ghanimah (rampasan perang )yang tidak pernah dihalalkan kepada seorang pun sebelumku. Aku di beri syafaat. Setiap Nabi diutus khusus kepada kaumnya sedangkan aku diutus kepada semua manusia.” (HR Bukhari).
Berikut sekilas penjabaran lima keistimewaan Baginda Nabi SAW yang di sebutkan dalam hadits di atas

1. Rasa Takut Musuh
Allah SWT memsukkan kewibawaan Nabi SAW di hati setiap musuh beliau. Hati mereka telah di penuhi rasa takut, bahkan sebelum Raslullah SAW mendatangi mereka. Mereka gentar menghadapi Nabi SAW walau jarak antara mereka sangat jauh, sejauh satu bulan perjalanan ketika itu .

2. Tanah Sebagai Tempat Ibadah dan Alat bersuci
Para nabi terdahulu dilarang ibadah di sembarang tempat. Mereka hanya boleh beribadah di tempat ibadah yang sudah disediakan. Nabi SAW beserta umatnya di beri keistimewaan dengan dibolehkannya merka beribadah di mana saja mereka berada. Mereka juga di bolehkan untuk bersuci dengan debu ketika mereka tidak menemukan air. Di mana saja mereka berada ketika waktu shalat tiba, mereka bisa segera bersuci dan beribadah di sana.

3. Halalnya rampasan Perang
Setelah berperang, para Nabi terdahulu mengumpulkan semua harta rampasan perang. Setelah itu akan datang api dari langit. Jika api melalap habis rampasan peran, ini berarti perang mereka telah benar. Dkisahkan dalam hadits shahihbahwa pernah sorang Nabi berperang di jalan Allah. Ketika mengumpulkan harta rampasan perang, ternyata api tidak mau melalapnya. Nabi itu pun berkata, “ Di antara kalian ada yang mengambil harta rampasan perang.” Maka mereka mengembalikan harta rampasan perang berupa emas seukuran kepala sapi. Setelah dikembalikan barulah api itu melalapnya. Nabi SAW dan umatnya diistimewakan Allah SWT sehingga dihalalkan bagi mereka mengambil harta rampasan perang. Semua rampasan perang di bagi lima, seperlima diberikan kepada Nabi SAW dan sisanya di bagi lagi sesuai dengan ketentuan yang terdapat dalam kitab-kitab fiqih.

4. Nabi SAW Diberi Anugerah Syafaat
Kepada Nabi terdahulu telah di tawarkan satu permintaan yang pasti dikabulkan. Mereka telah meminta di masa hidup. Nabi SAW menyimpan permitaan itu untuk memberi Syafaat (pertolongan )kepada umat pada hari kiamat. Syafaat teragung yang di berikan kepada Nabi SAW akan di rasakan manfaatnya oleh semua kalangan di padang mahsyar. Di sebutkan dalam shahih Bukhari bahwa ketika Allah mengumpulkan semua mausia di padang mahsyar, matahari begitu dekat dengan mereka. Semua manusia merasakan penderitaan yang tidak dapat ditanggung lagi. Tapi mereka semua merasa takut untuk menghadap kepada Allah. Sebagian di antara mereka lalu mengusulkan untuk menghadap para Nabi dan meminta agar mereka memohon syafaat kepada Allah SWT untuk mengelurkan mereka dari kesulitan itu. Semua Nabi mulai Nabi Adam sampai Nabi Isa menolak untuk memberikan syafaat karena menghawatirkan diri mereka sendiri: Mereka berkata
“ Aku tidak layak untuk itu (memberi syafaat).”
Ketika mereka datang kepada Nabi SAW.barulah Beliau menenangkan mereka dan memberika harapan untuk meminta syafaat. Beliau SAW berkata:
“Akulah yang akan memintakan syafaat itu.”
Maka Nabi SAW memintakan syafaat untuk semua penghuni mahsyar sehingga mereka terbebas dari kesusahannya. Ini adalah derajat agung yang tidak diberikan kepada siapa pun selain Baginda Nabi Muhammad SAW

5. Nabi SAW  Diutus  Untuk Semua Umat
Nabi SAW diuts kepada semua manusia, sedangkan para Nabi terdahulu hanya diutus kepada satu kaum tertentu saja. Selain kepada manusia, Nabi SAW juga diutus kepada para jin. Mereka dituntut beriman kepada Nabi SAW. Selain itu, Nabi SAW dijadikan sebagai pamungkas para Nabi sehingga tidak ada lagi Nabi setelah Baginda Nabi Muhammad SAW. Beliau SAW bersabda:
“ Dan kenabian ditutup denganku.” (HR Muslim).
Masih banyak kekhusuan para Nabi SAW yang tidak diberikan kepada para Nabi yang lainnya seperti yang di sabdakan Nabi SAW:
“ Dan dijadikan shaf-shaf kita seperti shaf para malaikat. Dan kepadaku diberikan ayat-ayat terakhir dari surat Al Baqarah dari simpanan di bawah arsy, yang mana tidak diberikan darinya seorang pu sebelum dan sesudahku.” (HR Ibnu Khuzaimah).


               NABI MUSA PUN HARUS PATUH

Pernah Sayyidina Umar Bin Khattab Ra mendatangi Nabi sambil membawa kitab Taurat yang beliau dapatkan dari kaum Yahudi. Beliau membacakannya di hadapan Nabi SAW. mendengar ini Nabi SAW terlihat murka dan memerintahkan Sayyidina Umar untuk tidak bertanya kepada Ahlul kitab. Kemudian Nabi SAW bersabda:
“ Demi dia yang jiwaku berada pada kekuasaan-Nya. Andai Musa AS masih hidup, ia tidak dapat melakukan hal lain selain mengikutiku.” (HRAhmad).
Dalam riwayat lain di sebutkan sabda Nabi SAW:
“ Demi Dia yang jiwaku berada dalam genggaman-Nya. Andai Musa datang kepada kalian, kemudian kalian mengikutinya dan meninggalkanku, sungguh kalian telah tersesat dari jalan yang benar. Andai ia hidup dan mendapati kenabianku, pasti ia akan mngikutiku.” (HR Ad-Darimi)
Tidak ada seorang pun yang diangkat menjadi Nabi kecuali setelah berjanji untuk beriman kepada Nabi Muhammad SAW dan membantu perjuangannya apabila mereka mendapati masanya. Di dalam Al-Qur’an disebutkan,

وَإِذْ أَخَذَ اللَّهُ مِيثَاقَ النَّبِيِّينَ لَمَا آتَيْتُكُمْ مِنْ كِتَابٍ وَحِكْمَةٍ ثُمَّ جَاءَكُمْ رَسُولٌ مُصَدِّقٌ لِمَا مَعَكُمْ لَتُؤْمِنُنَّ بِهِ وَلَتَنْصُرُنَّهُ ۚ قَالَ أَأَقْرَرْتُمْ وَأَخَذْتُمْ عَلَىٰ ذَٰلِكُمْ إِصْرِي ۖ قَالُوا أَقْرَرْنَا ۚ قَالَ فَاشْهَدُوا وَأَنَا مَعَكُمْ مِنَ الشَّاهِدِينَ

Dan (inngatlah), ketika Allah mengambil perjanjian dari para Nabi: “Sungguh apa saja yang aku berikan kepadamu berupa kitab dan hikmah kemudian datang kepadamu seorang Rasul yang membenarkan apa yang ada padamu, niscaya kamu akan sungguh-sungguh beriman kepadanya dan menolongnya.” Allah berfirman:”Apakah kamu mengakui dan menerima perjanjian-Ku terhadapyang demikian itu?” mereka menjawab: “ Kami mengakui.” Allah berfirman: “ Kalau begitu saksikanlah (hai para Nabi) dan aku menjadi saksi (pula) bersama kamu.” (QS Ali Imran: 81).

Semua ini menunjukkan bahwa Nabi SAW adalah Nabi yang paling utama. Berulang kali beliau SAW menyatakan bahwa beliau adalah manusia paling utama. Pernyataan ini merupakan bentuk menunjukkan nikmat Allah SWT, bukan untuk menyombongkan diri. Nabi SAW pernah bersabda:

“Akulah manusia pertama yang keluar ketika mereka dibangkitkan. Akulah juru bicara mereka ketika mereka mendatangi Allah. Akulah pemberi kabar gembira ketika mereka putus asa. Liwa (bendera) al-Hamid di hari itu berada di tanganku. Akulah anak Adam yang paling mulia di sisi tuhanku. Aku katakana ini tidak dengan sombong.” (HR Turmudzi)
Dalam hadits lain Nabi SAW bersabda:
“ Sesungguhnya Allah memilikiku diatas semua alam dari para Nabi dan Rasul.” (Abu Nu’aim).
Unutuk memperjelas kepimimpinan Baginda Nabi SAW atas semua para Nabi, beliau SAW bersabda:
“ Apabila tiba hari kiamat, akulah imam bagi para Nabi, juru bicara mereka, dan pemilik syafaat mereka. Aku katakana ini tidak dengan sombong.” (HR Turmudzi)
Semua jenis mukjizat atau anugerah yang diberikan para Nabi kepada para Nabi diberikan kepada Nabi SAW dengan yag semisal itu atau bahkan lebih agung. Nabi Ibrahim dijadikan Khalilulloh (yang sangat dekat dengan Allah), sedangkan Baginda Nabi dijadikan Habibullah (kekasih Allah). Derajat Habib lebih unggul dari pada derajat Khalil. Nabi Musa diberi anugerah dapat berbicara langsung dengan Allah, sedangkan Baginda Nabi SAW diberi anugerah dapat melihat langsung Allah SWT ketika Mikraj. Bukankah melihat lebih utama dari mendengar?

Nabi SAW diberi mukjizat yang tidak diberikan kepada Nabi-Nabi lainnya seperti Al-Qur’an yang akan selalu terpelihara sampai hari kiamat. Juga batu yang memberi salam, batang pohon kurma yang menangis ketika tidak lagi menjadi sandaran beliau ketika berkhutbah, dan lainnya. Jika Nabi Musa diberi mukjizat dapat memancarkan air dari bat, Nabi SAW diberi mukjizat lebih agung dari itu. Air memancarkan langsung dari jari-jari beliau. Jika Nabi Isa diberi mukjizat dapat menyembuhkan orang yang buta, Nabi SAW diberi mukjizat yang lebih agung belau pernah mngembalikan mata yang sudah keluar dan menggantung di pipi ke tempat semula dan mata itu menjadi mata yang paling sehat. Jika Nabi Isa diberi mukjizat dapat menghidupkan beberapa badan orang yang sudah mati, lihatlah berapa banyak hati orang kafir yang Beliau SAW hidupkan dengan hidayah

Sesungguhnya Allah mencatat lagi setiap Nabi pahala-pahala kebaikan yang dilakukan umatnya. Umat Nabi Muhammad SAW memenuhi separuh surga atau dua pertiganya. Ini menunjukkan bahwa Nabi SAW telah memberika manfaat kepada meyoritas penghuni surga, sedangkan gabungan para Nabi sebalumnya memberi manfaat kepada separuh atau sepertiga saja dari penghuni surga. Kedudukan Baginda Nabi SAW dalam kedekatan denga Allah SWT sesuai kedududkan Beliau dalam memberikan manfaat kepada umat.

Wallahu 'alam.







Tidak ada komentar untuk "Jati Diri Seorang Rosul"

Berlangganan via Email