Widget HTML Atas

Budidaya Sayur Organik , Cocok Untuk Lahan Sempit

Indonesia merupakan negara yang kaya dengan sumber daya alamnya. Sebagai warga negara indonesia yang baik hendaknya kita melakukan penanaman tanaman baik sayuran atau tanaman hias dengan cara penanaman organik, salah satunya yaitu: penanaman sawi (Brassica rapa var. parachinensis), gambas (Luffa acutangula), kacang panjang (Vigna sinensis), bawang daun (Allium schoenoprasum) dan sebagainya .


Hampir semua petani Indonesia menanam tanaman dengan menggunakan pupuk buatan yang dapat berakibat buruk bagi ekosistem lahan tanaman , sawah maupun sungai. Tidak hanya itu pupuk buatan juga mengakibatkan efek samping bagi kesehatan manusia.

Sayuran juga merupaka makanan yang berperan penting dalam menjaga kesehatan manusia
Oleh sebab itu makalah ini di buat bertujuan agar masyarakat Indonesia mengetahui cara penanaman tanaman baik itu sayur atau tanaman hias denagn cara penanaman organik yang baik bagi kesehatan  masyarakat Indonesia dan tidak berakibat buruk bagi ekosistem dan lingkungan.

Definisi Sayur  Organik

Sayur Organik adalah Tanaman organik dapat didefinisikan sebagai suatu sayuran yang menghindarkan atau mengesampingkan penggunaan senyawa sintetik baik untuk pupuk, zat tumbuh, maupun pestisida. Dilarangnya penggunaan bahan kimia sintetik dalam pertanian organik merupakan salah satu kendala yang cukup berat bagi petani, selain mengubah budaya yang sudah berkembang lama ,  pertanian organik membuat produksi menurun jika perlakuannya kurang tepat.

Teknik Budidaya Sayur Organik

A. Benih

Benih merupakan salah satu faktor penentu keberhasilan usaha tani. Benih yang baik akan menghasilkan tanaman yang tumbuh dengan bagus. Benih yang di gunakan harus mempunyai kualitas yang baik, apabila bibit di peroleh dari pabrik atau membeli dari suatu toko harus di perhatikan lama penyimpanan, varietas, kadar air, suhu dan tempat menyimpannya. Selain itu juga harus memperhatikan kemasan benih harus utuh untuk memastikan benih tersebut dalam kedaan baik. kemasan yang baik adalah dengan menggunakan alat alumuniumfoil. Apabila benih yang di gunakan dari hasil pananaman sendiri maka harus memperhatikan kualitas benih yang akan di gunakan, misalnya tanaman yang akan diambil sebagai benih harus berumur lebih dari 70 hari. Dan tanaman yang akan dijadikan benih harus terpisah dari tanaman yang lain nya, Juga memperhatikan proses pembenihan yang akan dilakukan misalnya dengan dianginkan / dikeringkan sebelum di gunakan.

B. Pengolahan Tanah

Sistem pengolahan tanah berbeda – beda, tergantung tanaman yang akan di tanam misalkan padi dengan sawi , itu pengelolahan tanah nya tidaklah sama.  Adapun mekanisme pengelolahan tanah secara umum yaitu melakukan penggemburan. Tahap-tahap pengemburan yaitu pencangkulan untuk memperbaiki struktur tanah dan sirkulasi udara dan pemberian pupuk dasar untuk memperbaiki fisik serta kimia tanah yang akan menambah kesuburan lahan yang akan di gunakan.
Tanah yang hendak digemburkan harus dibersihkan dari bebatuan, rerumputan, semak yang dapat menghambat persuburan suatu tanaman, kedalaman tanah yang dicangkul sedalam 20 sampai 40 cm. Pemberian pupuk organik sangat baik untuk penyiapan tanah. Sebagai contoh pemberian pupuk kandang yang baik yaitu 10 ton/ha,ini termasuk pengelolahan dalam skala besar adapun untuk skala kecil bisa di perkirakan sendiri yaitu antara 1/4 – ¾ bagian media tanam. Pupuk kandang diberikan saat penggemburan di lakukan agar cepat merata dan bercampur dengan tanah yang telah di gemburkan.
Jangka waktu penggemburan tanah yang baik yaitu 2 - 4 minggu sebelum penanaman.

C. Pembibitan

Pembibitan dapat dilakukan bersamaan dengan pengolahan tanah untuk penanaman. Karena lebih efisien dan benih akan lebih cepat beradaptasi terhadap lingkungannya. Sedang ukuran bedengan (tempat pembibitan) yaitu lebar 80 – 120 cm dan panjangnya 1 – 3 meter., tinggi bedengan sekitar
20 – 30 cm. Dua minggu sebelum di tabur benih, bedengan pembibitan ditaburi dengan pupuk kandang lalu di tambah 20 gram urea, 10 gram TSP, dan 7,5 gramKcl. Cara melakukan pembibitan ialah sebagai berikut : benih ditabur, lalu ditutupi tanah setebal 1 – 2 cm, lalu disiram dengan sprayer, kemudian diamati 3 – 5 hari benih akan tumbuh setelah berumur 3 – 4 minggu sejak disemaikan dan bibit pun siap di gunakan

D. Penanaman 

Proses ini termasuk tahap penempatan tanaman . tahap ini juga factor baik buruk nya tanaman . jarak tanam yang efisien yaitu 4 – 8 x 6 – 10 cm. memilih bibit yang baik untuk memprtoleh hasil yang baik, pindahkan bibit dengan hati-hati, lalu tanam bibit unggul ke lahan yang sudah di gemburkan dan di pupuk.

E. Pemeliharaan

Pemeliharaan adalah hal yang penting. Sehingga akan sangat berpengaruh terhadap hasil yang akan didapat. Pertama-tama yang perlu diperhatikan adalah pengairan, pengairan ini tergantung pada musim, apabila musim hujan berlebih maka perlu melakukan pengurangan air yang ada, tetapi sebaliknya bila musim kemarau tiba maka harus menambah air demi kecukupan tanaman yang di tanam.
Tahap selanjutnya yaitu penjarangan, penjarangan dilakukan 2 minggu setelah penanaman. Caranya dengan mencabut tanaman yang tumbuh terlalu rapat. Selanjutnya tahap yang dilakukan adalah penyulaman, penyulaman ialah tindakan penggantian tanaman ini dengan tanaman baru. Caranya sangat mudah yaitu tanaman yang mati atau terserang hama dan penyakit diganti dengan tanaman yang baru.
Penyiangan biasanya dilakukan 2–4 kali selama masa penanaman, disesuaikan dengan kondisi keberadaan gulma pada bedeng penanaman. Biasanya penyiangan dilakukan 1 atau 2 minggu setelah penanaman. Apabila perlu dilakukan penggemburan dan pengguludan bersamaan dengan penyiangan. Pemupukan tambahan diberikan setelah 3 minggu masa tanam,

F. Penanaman Vertikulur


Langkah –langkah penanaman secara vertikultur adalah sebagai berikut:
1. Benih disemaikan pada kotak persemaian denagn media pasir. Bibit dirawat hingga siap ditanaman pada umur 14 hari sejak benih disemaikan.
2. Sediakan media tanam berupa tanah top soil, pupuk kandang, pasir dan kompos dengan perbandingan 2:1:1:1 yang dicampur secara merata.
3. Masukkan campuran media tanam tersebut ke dalam polibag yang berukuran 20 x 30 cm.
4. Pindahkan bibit tanaman yang sudah siap tanam ke dalam polibag yang tersedia. Tanaman yang dipindahkan biasanya telah berdaun 3 – 5 helai.
5. Polibag yang sudah ditanami disusun pada rak-rak yang tersedia
6. Letak kann polybag di daerah yang terkena sinar matahari


Perbedaan Sayuran Organik dan Sayuran Anorganik

a. Tanaman Organik
Tanaman organik adalah sayuran atau tanaman yang menghindarkan atau mengesampingkan penggunaan senyawa sintetik baik untuk pupuk, zat tumbuh, maupun pestisida.

b. Tanaman Anorganik
Sedangkan sayuran atau tanaman anorganik adalah sayuran atau tanaman yang menggunakan bahan-bahan kimia dalam proses pemupukan, zat tumbuh maupun pestisidanya.

itulah sedikit ilmu tentang bagaimana menanam sayur dengan syistem Budidaya Sayur Organik yang pastinya akan terbebas dari berbagai pestisida dan lebih menyehatkan .








Tidak ada komentar untuk "Budidaya Sayur Organik , Cocok Untuk Lahan Sempit"

Berlangganan via Email