Widget HTML Atas

5 Batu Bersejarah Di Dunia

bangunan bersejarah merupakan simbol suatu daerah yang memiliki bekas kehidupan pada zaman dahulu , bangunan bersejarah juga merupakan bangunan yang mempunyai arti tersendiri .
pada suatu negara pasti terdapat bangunann - bagunan lawas atau biasa di sebut bangunan bersejarah yang mempunya ciri - ciri diantaranya banguan yang sudah terlalu tua , terkesan kuno dan tidak ditemukan di kehidupan setelahnya.
padakesempatan kali ini kita membahas batu - batu yang mempunyai nilai sejarah di dunia

1.Colosseum


Deskripsi bangunan
Colosseum adalah arena bersejarah berbentuk peninggalan gladiator yang dibangun oleh Vespasian. Tempat itu adalah pertunjukan elips besar yang disebut ampiteater atau nama aslinya adalah Flavian Amphitheatre, salah satu dari enam puluh sembilan keajaiban dunia tengah. Situs ini terletak di kota kecil Italia, Roma, didirikan oleh Walikota Vespasian pada zaman Domitianus dan diselesaikan oleh putranya Titus [1]. Ini telah menjadi salah satu karya arsitektur terbesar Kekaisaran Romawi yang pernah dibangun. Colosseum dirancang untuk menampung 50.000 penonton.

Colosseum cukup besar. Dengan tinggi 48 m, panjang 188 m, lebar 156 m dan total luas sekitar 2,5, Coliseum karenanya terlihat sangat besar dan lebar. Arena ini terbuat dari kayu 86 mx 54 m dan ditutupi pasir. Bentuk elips atau bulat dari Coliseum digunakan untuk mencegah pemain berlari di sekitar sudut dan mencegah pemirsa mendekati seri.

2.Stonehenge , Inggris



Stonehenge adalah bangunan yang dibangun dari perunggu dan Neolitik. Terletak di sebelah Amesbury di Wiltshire, Inggris, sekitar 13 kilometer barat laut Salisbury. Salah satu situs paling terkenal di dunia, Stonehenge adalah lingkaran batu vertikal yang berada dalam jangkauan dinding tanah.

Ada kontroversi tentang usia sebenarnya dari lingkaran batu, tetapi kebanyakan arkeolog percaya bahwa bangunan itu dibangun antara 3.000 dan 2.000 SM. Pada 2008, penanggalan radiokarbon menunjukkan bahwa batu pertama didirikan antara 2400 dan 2200 SM..Sementara teori lain menunjukkan bahwa batu biru (blue stone) didirikan sekitar 3000 SM.

Gundukan dan parit bundar yang mengelilinginya menandai tahap pertama pembangunan monumen. Kencan yang diperoleh dari karakteristik ini adalah sekitar 3.100 SM. Situs Stonehenge dan lingkungannya ditambahkan ke daftar situs Warisan Dunia UNESCO pada tahun 1986 dengan Avebury Henge.

Monumen pertama terdiri dari gundukan bundar dan parit 115 meter (320 kaki) dengan pintu masuk ke timur laut. Fase ini berlangsung sekitar 3.100 SM. Di luar lingkaran, ada 59 lubang yang dikenal sebagai Lubang Aubrey untuk memperingati John Aubrey, seorang arkeolog abad ke-17 yang pertama kali mengidentifikasi lubang.

Pada 2013, sekelompok arkeolog yang dipimpin oleh Profesor Mike Parker Pearson mencari lebih dari 50.000 tulang kremasi dari 63 orang yang terkubur di lubang Aubrey, Stonehenge. Ada kemungkinan bahwa beberapa dari mereka adalah bangsawan. [5] [6] Dalam fase ini, satu batu monolitik tidak berubah disebut "batu tumit" diletakkan di luar pintu masuk.

Stonehenge II

Bukti dari fase kedua tidak lagi terlihat. Pada jumlah posting referensi dengan tanggal awal 300 M., menunjukkan bahwa beberapa struktur kayu terbentuk di daerah saat ini. Hingga saat ini, setidaknya 25 fungsi Aubrey Hole telah diubah menjadi situs pemakaman abu pemakaman. Pada saat itu, Stonehenge ditafsirkan sebagai makam kremasi tertutup. Ini adalah kuburan kremasi pertama yang diketahui di wilayah Inggris.


Stonehenge IIIa

Ekskavasi arkeologi menunjukkan bahwa sekitar 2600 SM, para pembangun Stonehenge telah meninggalkan penggunaan kayu sebagai patokan. Mereka beralih dengan menggunakan batu dan membuat dua buah lubang lengkungan bulan sabit (yang dikenal dengan nama lubang Q dan R), di tengah-tengah lokasi Stonehenge. Kekurangan dari bukti pembangunan ini adalah bukti penanggalan yang tidak kuat. Pada lubang-lubang ini setidaknya terdapat 80 batu yang berdiri, dan hanya 43 buah yang dapat ditemukan pada saat ini. Batu ini disebut batu biru atau bluestone, diperkirakan berasal dari bukit Preseli, sekitar 240 kilometer jauhnya dari Stonehenge, di tempat yang sekarang bernama Pembrokeshire, Wales dengan tenaga manusia. Teori lainnya yang banyak didukung saat ini adalah batu itu dibawa memanfaatkan gletser laut Irlandia.[7]
Pintu masuk Stonehenge di sebelah timur laut dilebarkan pada masa ini dan menjadikannya selaras dengan arah matahari yang naik pada pertengahan musim panas dan matahariterbenam pada pertengahan musim dingin saat itu. Walaupun demikian, fase pembangunan monumen ini tidak diteruskan dan ditinggalkan begitu saja. Beberapa batu berdiri yang kecil dipindahkan dan lubang Q dan R ditutup kembali. Dari keberadaan bukti-bukti ini, dapat dibayangkan pentingnya situs ini pada masa itu.

Heelstone atau batu tumit merupakan batu pasir dari masa tersier yang didirikan di luar pintu masuk timur-laut pada masa ini. Penanggalan peletakan batu tumit ini tidak dapat dipastikan dengan akurat dan bahkan dapat diletakkan kapan saja pada masa pembangunan ketiga. Pertama kali, batu ini ditemani dengan batu kedua, yang sudah tidak tampak lagi. Dua atau bahkan tiga batu portal besar diletakkan di dalam pintu masuk timur-laut, yang pada saat ini hanya tersisa satu buah.
Stonehenge IIIb


Pada fase berikutnya 30 batu Sarsen yang besar didatangkan dari tambang berjarak 40 kilometer di utara monumen, di daerah bernama Marlborough Downs. Terdapat kemungkinan pula, batu-batu ini didatangkan dari sisa-sisa tambang kapur yang lebih dekat. Batu-batu tersebut dipahat untuk membuat sambungan pasak dan ruas sebelum didirikan dan membentuk lingkaran tiang batu berukuran diameter 33 meter dengan 30 atap batu (lintel) di atasnya. Setiap bongkah batu tersebut memiliki berat sekitar 25 ton.

Di dalam lingkaran monumen terdapat lima trilithon batu sarsen yang diproses dan disusun dalam bentuk setengah lingkaran. Pada lingkaran monumen ini terdapat sepuluh batu yang berdiri tegak dan lima batu mendatar lintel, dengan berat sehingga 50 ton setiap batunya. Seluruh batu disambungkan dengan menggunakan sambungan rumit.

Pada salah satu batu Sarsen terdapat ukiran pisau belati dan kepala kapak. Pada masa ini, dibangun jalan sepanjang 500 meter dibangun, menuju ke arah timur laut dari pintu masuk dan mengandung dua pasang tambak sejajar yang berparit di tengahnya. Pada bagian akhir, dua batu portal besar dipasangkan di pintu masuk yang pada masa kini hanya tersisa satu pintu. Batu Pengorbanan (Slaughter Stone) berukuran panjang 4,9 meter. Fase yang menggunakan teknologi tinggi ini dipercaya merupakan hasil kerja kebudayaan Wessex pada Zaman Perunggu awal, sekitar 2000 SM.

Stonehenge IIIc

Setelah Zaman Perunggu, ada kemungkinan batu biru telah ditegakkan seperti semula, dalam lingkaran di antara dua tiang sarsen dan juga dalam bentuk setengah lingkaran di tengah, mengikuti pola batu sarsen. Walaupun fase ini tampak menakjubkan, pembangunan Stonehenge tahap IIIc tampak kurang rapi jika dibandingkan dengan fase IIIb. Sebagai contoh, batu biru yang ditegakkan memiliki fondasi yang tidak kokoh dan mulai tumbang. Terdapat dua lubang berbentuk melingkar yang terletak di luar monumen yang dikenal dengan nama lubang Y dan Z. Lubang ini tidak pernah diisi dengan batu yang berkaitan dengan monumen.
Setelah Stonehenge berdiri

Lubang Y dan Z yang melingkar di luar monumen, merupakan konstruksi terakhir yang diketahui mengenai Stonehenge. Kedua lingkaran lubang ini dibangun pada 1.600 S.M., dan pemakaian terakhirnya kemungkinan pada masa besi. Koin Romawi dan artefak abad pertengahan telah ditemukan di dalam dan di sekitar monumen, tetapi tidak ada bukti bahwa monumen ini dipergunakan setelah masa prasejarah Inggris, hingga saat ini. Beberapa lokasi dan kejadian bersejarah berada di sekitar monumen ini. Sebuah benteng Vespasian dibangun di jalan menuju Avon. Pada tahun 1923 dari ekskavasi yang dilakukan di Stonehengen ditemukan orang Saxon dari abad 7 Masehi yang dipenggal kepalanya.[8] Situs ini diketahui oleh orang yang terpelajar pada abad pertengahan dan sejak saat itu telah dipelajari oleh berbagai macam kelompok. 

3.Piramida Messir


Piramida Mesir adalah sebutan untuk piramida yang terletak di Mesir yang dikenal sebagai "negeri piramida" sekalipun ditemukan situs piramida dalam jumlah besar di Semenanjung Yucatan yang merupakan pusat peradaban Maya.

Di Mesir umumnya piramida digunakan sebagai makam raja-raja Mesir Kuno yang dikenal dengan nama firaun. Namun, berabad abad lalu piramida sering digunakan sebagai sasaran penjarahan dan perampok makam karena para raja-raja membawa harta kekayaannya dan segala macam artefak guna di alam baka, sekalipun diberi perlindungan dengan semacam kutukan-kutukan untuk mencegahnya. Sehingga pada masa raja-raja mesir kuno berikutnya, makam raja-raja dan para bangsawan ditempatkan pada lembah yang tersembunyi seperti halnya makam Raja Tutankhamun yang ditemukan secara utuh dan lengkap.

Piramida pun tidak dibuat sembarangan. Para insinyur Mesir kuno menghitung dulu jarak piramida dengan matahari, karena matahari adalah salah satu hal terpenting dalam kehidupan masyarakat Mesir kuno. Ilmuwan masa kini pun mengakui kehebatan mereka dalam membangun piramida yang termasuk tujuh keajaiban dunia ini. Waktu, harta, dan tenaga yang dikeluarkan demi pembangunan piramida pun luar biasa banyaknya. Pembangunan piramida membutuhkan waktu sekitar dua puluh tahun dan mempekerjakan lebih dari sepuluh ribu budak, dan banyak yang nyawanya melayang. Piramida terbesar berada di Giza. (sumber: Wiki Pedia.org)
Lokasi Piramida
Lokasi piramida di Mesir ditemukan di daerah
1. Giza atau Gizeh
2. Abu Simbel
3. Saqqara
4. Abusir

4. Angkor Wat , Kamboja


Angkor Wat adalah contoh utama gaya klasik arsitektur Khmer—gaya Angkor Wat—yang berasal dari nama candi tersebut. Arsitek Khmer abad ke-12 telah memiliki keahlian dan kepercayaan diri dalam menggunakan batu pasir (bukan batu bata atau laterit) sebagai material pembangunan utama. Sebagian besar kawasan yang terlihat menggunakan blok batu pasir, sementara laterit digunakan untuk dinding luar dan untuk bagian struktural tersembunyi. Bahan perekat yang digunakan untuk menggabungkan blok batu tersebut belum teridentifikasi, meskipun diperkirakan mengandung resin atau kalsium hidroksida alami.

Angkor Wat telah menuai pujian berkat semua harmoni desain tersebut, yang dianggap setara dengan arsitektur Yunani dan Romawi Kuno. Menurut Maurice Glaize, seorang konservator Angkor pertengahan abad ke-20, candi tersebut "mencapai kesempurnaan klasik oleh monumentalitas pengendalian elemen, keseimbangan, dan pengaturan yang tepat dari proporsinya. Ini adalah sebuah karya kekuasaan, persatuan, dan gaya.

Arsitekturnya memiliki elemen unsur-unsur ciri-ciri yang meliputi: ogival, menara dengan bentuk bergelombang seperti kuncup teratai; setengah galeri yang memperluas lorong-lorong; galeri aksial yang menghubungkan pagar; dan teras berbentuk palang yang terdapat di sepanjang bagian utama candi tersebut. Gaya elemen dekorasi tersebut adalah dewata (atau bidadari), relief dasar, dan pedimen karangan bunga yang luas dan gambaran naratif. Patung-patung di Angkor Wat dianggap konservatif, menjadi lebih statis dan kurang anggun dari karya sebelumnya. Elemen lainnya dari desain tersebut telah hancur oleh penjarahan dan faktor usia, termasuk stukoberlapis emas pada menara, penyepuhan pada beberapa figur di relief dasar, dan panel langit-langit dan pintu kayu.

5. Borobudur , Indonesia


Borobudur adalah sebuah candi Buddha yang terletak di Borobudur, Magelang, Jawa Tengah, Indonesia. Candi ini terletak kurang lebih 100 km di sebelah barat daya Semarang, 86 km di sebelah barat Surakarta, dan 40 km di sebelah barat laut Yogyakarta. Candi berbentuk stupa ini didirikan oleh para penganut agama Buddha Mahayana sekitar tahun 800-an Masehi pada masa pemerintahan wangsa Syailendra. Borobudur adalah candi atau kuil Buddha terbesar di dunia, sekaligus salah satu monumen Buddha terbesar di dunia.

Tahapan pembangunan Borobudur
Para ahli arkeologi menduga bahwa rancangan awal Borobudur adalah stupa tunggal yang sangat besar memahkotai puncaknya. Diduga massa stupa raksasa yang luar biasa besar dan berat ini membahayakan tubuh dan kaki candi sehingga arsitek perancang Borobudur memutuskan untuk membongkar stupa raksasa ini dan diganti menjadi tiga barisan stupa kecil dan satu stupa induk seperti sekarang. Berikut adalah perkiraan tahapan pembangunan Borobudur:

1.Tahap pertama: Masa pembangunan Borobudur tidak diketahui pasti (diperkirakan kurun 750 dan 850 M). Borobudur dibangun di atas bukit alami, bagian atas bukit diratakan dan pelataran datar diperluas. Sesungguhnya Borobudur tidak seluruhnya terbuat dari batu andesit, bagian bukit tanah dipadatkan dan ditutup struktur batu sehingga menyerupai cangkang yang membungkus bukit tanah. Sisa bagian bukit ditutup struktur batu lapis demi lapis. Pada awalnya dibangun tata susun bertingkat. Sepertinya dirancang sebagai piramida berundak, tetapi kemudian diubah. Sebagai bukti ada tata susun yang dibongkar. Dibangun tiga undakan pertama yang menutup struktur asli piramida berundak.

2.Tahap kedua: Penambahan dua undakan persegi, pagar langkan dan satu undak melingkar yang diatasnya langsung dibangun stupa tunggal yang sangat besar.

3.Tahap ketiga: Terjadi perubahan rancang bangun, undak atas lingkaran dengan stupa tunggal induk besar dibongkar dan diganti tiga undak lingkaran. Stupa-stupa yang lebih kecil dibangun berbaris melingkar pada pelataran undak-undak ini dengan satu stupa induk yang besar di tengahnya. Karena alasan tertentu pondasi diperlebar, dibangun kaki tambahan yang membungkus kaki asli sekaligus menutup relief Karmawibhangga. Para arkeolog menduga bahwa Borobudur semula dirancang berupa stupa tunggal yang sangat besar memahkotai batur-batur teras bujur sangkar. Akan tetapi stupa besar ini terlalu berat sehingga mendorong struktur bangunan condong bergeser keluar. Patut diingat bahwa inti Borobudur hanyalah bukit tanah sehingga tekanan pada bagian atas akan disebarkan ke sisi luar bagian bawahnya sehingga Borobudur terancam longsor dan runtuh. Karena itulah diputuskan untuk membongkar stupa induk tunggal yang besar dan menggantikannya dengan teras-teras melingkar yang dihiasi deretan stupa kecil berterawang dan hanya satu stupa induk. Untuk menopang agar dinding candi tidak longsor maka ditambahkan struktur kaki tambahan yang membungkus kaki asli. Struktur ini adalah penguat dan berfungsi bagaikan ikat pinggang yang mengikat agar tubuh candi tidak ambrol dan runtuh keluar, sekaligus menyembunyikan relief Karmawibhangga pada bagian Kamadhatu

Tahap keempat: Ada perubahan kecil seperti penyempurnaan relief, penambahan pagar langkan terluar, perubahan tangga dan pelengkung atas gawang pintu, serta pelebaran ujung kaki. 
 
itulah 5 Batu Bersejarah Di Dunia versi madsuk.com semoga bermanfaat, terimakasih.

Tidak ada komentar untuk "5 Batu Bersejarah Di Dunia"

Berlangganan via Email