Widget HTML Atas

Menagih Janji Lewat Mimpi



Assalamu'alaikum Sahabat MadSuk .com gimana kabar hari ini? semoga selalu diberi kesehatan oleh Allah SWT. Ingin tahu bagaimana sahabat Nabi menjaga amanah mari simak cerita kali ini?

Tsabit Bin Qais adalah salah satu seorang sahabat yang istimewa. Beliau dikaruniai talenta berupa kepiawaian berpidato yang mampu mempengaruhi banyak orang. Selain itu, beliau dikenal bersifat polos dan apa adanya sehingga Baginda Nabi SAWsangat mencintainya. Dalam satu kesempatan Baginda Nabi SAWpernah menyatakan bahwa Tsabit Bin Qais adalah calon penghuni surga.

Sahabat mulia ini tergolong generasi pertama yang masuk Islam dari kalangan Anshar. Pertempuran pertama yang beliau ikuti adalah perang Uhud. Setelah itu beliau tidak pernah absen mengikuti sejumlah peperangan bersama Baginda Nabi SAW. Begitu bersemangatnya Tsabit Bin Qais dalam mengikuti jihad membela agama Allah SWT sehingga Baginda Nabi SAW mengisyaratkan bahwa kelak Tsabit Bin Qais akan menjadi syahid dalam salah satu pertempuran.

Isyarat Nabi SAW itu benar adanya. Belakangan Tsabit Bin Qais menjadi syahid dalam pertempuran Yammah melawan nabi palsu bernama Musailamah al-Kazzab, perang itu berlangsung di masa pemerintahan Abu Bakar as-shiddiq. Tentu saja para sahabat merasa kehilangan atas gugurnya Tsabit Bin Qais yang mereka cintai itu.

Mengenai wafatnya Tsabit Bin Qais, salah seorang sahabat Nabi yang bernama Abdulloh Bin Ubaidillah al-Anshari berkisah,” Aku termasuk orang yang turut menguburkan jenazah Tsabit Bin Qais yang gugur terbunuh di medan Yammah. Beliau dikenal sebagai seorang yang ahli pidato dari kalangan Anshar dan Rasulullah SAW pernah bersumpah bahwa tsabit adalah penduduk surga. Ketika kami hendak memasukkan jenazahnya ke dalam kubur kami mendengar dia mengucapkan, Muhammad Rasulullah, Abu Bakar as-ahiddiq. Umar as-Syahid wa Utsman Barrur Rahim.” Ketika kami membuka kain penutup jenazahnya, ternyata beliau benar-benar wafat.”

Diceritakan bahwa setelah Tsabit Bin Qais gugur sebagai pahlawan,  seorang tentara mengambil pelana kudanya. Pada malam harinya salah seorang sahabat Nabi yang berjumpa dengannya dalam mimpi itu Tsabit Bin Qais berkata, “ Tolong kabarkan kepada Khalifah Abu Bakar bahwa ada tentara yang mengambil pelana kudaku dan kini ia menyimpannya. Pelana itu hendak aku wasiatkan kepada si Fulan.”

Keesokan harinya sahabat tadi langsug menghadap Abu Bakar as-Shiddiq untuk menceritakan mimpi yang dialaminya. Dengan segera Abu Bakar as-Shiddiq segera memerintahkan seorang untuk memanggil tentara yang dimaksud. Setelah dibawa menghadap, Abu Bakar as-Shiddiq mengintrogasinya sampai ia mengaku. Tentara itu lalu mengembalikan pelana yang diambilnya, kemudian Abu Bakar as-shiddiq menyerahkan kepada orang yang diwasiatkan oleh Tsabit Bin Qais lewat mimpi.”

Dalam riwayat yang dicatat oleh Ibnul Qayyim dikisahkan bahwa dalam salah satu peperangan, Tsabit Bin Qais bersama salah seorang kawannya merajut janji yang isinya adalah, apabila salah satu diantara mereka selamat dan kembali kepada keluarganya, maka hendaknya ia memperhatikann keadaan keluargan temannya yang gugur. Setelah Tsabit Bin Qais gugur dalam perang Yammah, kawannya tidak mengunjungi keluarga Tsabit Bin Qais, setelah enam bulan berlalu, ia mimpi bertemu beliau. Dalam mimpi itu, kawan Tsabit Bin Qais berkata, “ Lama sekali aku menunggu kedatanganmu dalam mimpi, tetapi kamu tidak kunjung muncul.”

Tsabit Bin Qais menjawab,” Aku tidak muncul karena kamu lupa dengan janji kita untuk memperhatikan keluargaku. Namun begitu aku masih memperhatikan mereka dan aku senantiasa berada ditengah mereka. Keadaan mereka baik, tapi mereka kehilangan sosok diriku. Tiga hari yang lalu seekor kucing peliharaan kami mati dan putriku yang bernama Zahra akan datang kepadaku setelah enam hari.”

Ada salah satu hal yang terlihat janggal pada diri Tsabit Bin Qais dalam mimpi itu, yakni luka di daun telinganya.
” Ada apa dengan daun telingamu?” Tanya kawannya dengan perasaan heran.
“ Luka ini disebabkan tanggungan amanah berupa barang titipan untuk si Fulan yang aku belum serahkan kepadanya. Barang itu ada di dalam lemari, jelas Tsabit Bin Qais
“Tolong besok kunjungi keluargaku dan tanyakan soal barang titipan itu kepada mereka. Apabila mereka memberikan kunci lemari kepadamu, maka ambillah sendiri barang itu. Apabila mereka mengambilkannya untukmu, maka segera serakan kepada pemiliknya!” begitulah pinta Tsabit kepada temannya.

Keesokan harinya ia pergi ke rumah keluarga Tsabit Bin Qais untuk menengok mereka. Sesampainya di sana ia menanyakan keadaan mereka selama ini.” Keaaan kami baik, tapi kami kehilangan sosok ayah kami, “ jawab salah seorang anggota keluarga. Kemudian kawan Tsabit Bin Qais menanyakan kembali keadaan mereka yang sesungguhnya.

“ Tiga hari yang lalu kucing kami mati,” jawab mereka.
“ di mana Zahrah?” Tanyanya.
“ ia berada di bawah,” jawab mereka
“ tolong panggil kemari, “ pintanya

Mereka lalu memanggil Zahra yang masih kecil. Begitu melhatnya, kawan Tsabit Bin Qais langsung memeluknya ternyata suhu badan Zahra sangat panas lantaran sakit demam. Semua yang dikatakan Tsabit Bin Qais di alam mimpinya ternyata benar. Ia lalu berkata kepada mereka, Semalam aku bermimpi berjumpa dengan ayah kalian dan ia dalam keadaan baik. Ia mengataka bahwa di dalam lemarinya ada titipan untuk si Fulan dan ia memintaku untuk menyerhkannya. Terserah kalian mau mengambilkan untukku atau kalian memberikan kuncinya kepadaku biar aku mengambilnya.

“ Tidak biar kami mengambilkannya untuk anda,” jawab mereka.

Setelah di periksa, ternyata apa yang di katakana Tsabit Bin Qais benar. Di lemarinya terdapat barang amanah yang selama ini tersimpan dengan baik. Anak-anaknya memberika barang itu kepada kawan Tsabit Bin Qais untuk di serahkan kepada pemilik aslinya. Demikian sikap amanah para sahabat Nabi dalam menjaga hak milik orang lain. Hal ini tentu saja berkat tarbiyah terbaik yang di berikan baginda Nabi SAW kepada mereka.

“ Semoga cerita ini dapat menjadi tiruan untuk masyarakat seluruh dunia agar bisa menjaga amanah”
Amin yaa robbal alamiin………………………………………………………………………….!

Tidak ada komentar untuk "Menagih Janji Lewat Mimpi"

Berlangganan via Email